Label

Astro (7) Fakta (7) Bio (4)

10 Cara Alam Semesta Bisa Berakhir

Kita hidup di masa yang aneh, di mana akhir dunia itu adalah hal yang aneh, peristiwa mengerikan dengan populasi umum. Acara TV dan film apokaliptik tak pernah lebih populer, tapi kesempatannya jika semuanya berakhir, hal ini takkan menghasilkan seperti melawan zombi atau balapan seperti Max Rockatansky. Kita membicarakan tentang akhir kehidupan. Jika alam semesta berakhir, manusia akan tersapu seperti pasir di pantai. Kita takkan dapat menghentikannya dan umumnya, kita bahkan takkan tahu itu telah terjadi.




10.Intelligent Destruction







Sebelum senjata nuklir diciptakan, idenya satu bom dapat menyapu sebuah kota masih tak terpikirkan. Tapi saat 6 agustus 1945 di Hiroshima merubah bahwa konsep dan teknologi baru telah dilepaskan ke dunia yang menunjukkan berapa kerusakan yang dapat manusia lakukan jika mereka merencanakannya. Kita tak tahu apa yang akan terjadi besok dan apa yang akan kita buat. Ini adalah dasar Intelligent Destruction; yang mana orang cerdas akan entah bagaimana melakukan sesuatu atau menciptakan sesuatu yang berakhir menghancurkan dunia. Berita baiknya bahwa sepertinya kita bahkan takkan cukup senjata nuklir untuk menghancurkan bumi. Tapi setelah itu sebuah pertanyaan muncul, bagaimana kalau kita bukanlah satu-satunya makhluk cerdas di alam semesta? Bagaimana kalau suatu makhluk cerdas telah melakukan sesuatu dan alam semesta memang sudah hancur atau hampir mati sebab mereka?


9.Simulasinya dimatikan




Satu dari teori menakjubkan tentang realita bahwa kehidupan hanya sebuah simulasi computer. Menurut argumen simulasi Nick Bostrom dari Oxford, sejak komputer selalu jadi lebih baik, maka dalam beberapa kasus kita akan memiliki kekuatan komputasi untuk menciptakan simulasi leluhur. Ini hanya masalah manusia untuk sampai ke poin itu tanpa punah dahulu. 

Ada teori lain yang membantu argumen Bostrom, seperti ide bahwa dunia sebenarnya 2 dimensi, bukan 3. Lalu ada teori bahwa semua dalam visual sebenarnya pixel. Juga, kekuatan komputasi semakin kuat. NASA punya sebuah komputer yang cukup kuat untuk menjalankan simulasi, dalam 4 bulan, dapat mengsimulasi 80 tahun dan beserta setiap pikiran yang orang punya.

Sementara teori Bostrom membuatmu bertanya-tanya, ada lebih besar kecemasan yang terlibat. Apa yang terjadi jika penggunanya mematikan programnya? Kita bahkan takkan pernah sadar alam semesta telah berakhir. Faktanya, dunia mungkin telah di mati-nyalakan beberapa kali tanpa kita menyadarinya. Pada dasarnya, semua yang dapat kita harapkan adalah siapapun yang menjalankan simulasinya tetap memainkannya. 


8.The Big Crumble




Big Crumble sangatlah aneh, namun secara teori kemungkinan peristiwa dimana semuanya dengan sederhana hancur berkeping-keping. Kau dan semuanya yang terbuat dari materi akan retak seperti porselen dan jatuh berantakan. Planet dan bintang akan meledak.

 Bagaimana hal ini dapat terjadi? Nah, hal ini menunjuk kepada sesuatu yang disebut konstan fisik, yang mana properti yang sama diseluruh alam semesta, seperti kecepatan cahaya atau massa proton. Ada sebanyak 25 konstan fisik dan keberadaan mereka membuat kehidupan menjadi mungkin. Jika salah satu konstan ini sedikit berbeda, maka hidup takkan mungkin. 

Hal tentang konstan fisik adalah mereka harus tetap menjadi, yah, konstan. Cukup anehnya, ahli fisika di Australia menemukan bahwa sejak Big Bang, struktur konstan telah berubah dalam ruang dan waktu. Artinya bahwa pasti ada degradasi dari konstan fisik setiap waktu dan berlanjut, hal ini dapat menuntun ke Big Crumble. Berita bagusnya bahwa jika Big Crumble terjadi, maka takkan dalam waktu 3 trilyun tahun.


7.Bertabrakan dengan Alam Semesta Lain


Ada apa diluar alam semesta? Konsep ini sangat sulit untuk dipahami, tapi telah dipercaya bahwa satu-satunya hal yang ada di luar adalah ... alam semesta lainnya. Sementara sekarang alam semesta lainnya ini parallel satu sama lain, ini masih mungkin bahwa alam semesta lainnya dapat bertabrakan dengan alam semesta kita. Lagi pula, jika teori multiverse itu benar dan ada alam semesta dengan jumlah tak terbatas dengan kemungkinan tak terbatas berarti realitas dimana alam semesta bertabrakan satu sama lain. Mungkinkah kita berada di realitas itu? 

Kelihatannya mungkin hal itu telah terjadi karena alam semesta miring. Berita baiknya jika kita memang bertabrakan, hal itu hanya akan menghasilkan lekukan, tapi kita mungkin takkan sangat beruntung lain kali. Jika kita bertabrakan, maka akan menjadi bencana. Alam semesta lainnya bisa saja mempunyai hukum fisika yang sama sekali beda dengan kita. Mereka dapat menabrak kita dalam kecepatan hampir seperti cahaya. Jika kita dapat memperlambatnya, maka akan terlihat seperti cermin dari langit telah menghancurkan kita sampai mati.


6.The Big Crunch


Hal yang paling dipercaya sesama ahli fisika bahwa dunia dimulai dengan Big Bang. Semenjak ledakan awal 13.8 milyar tahun yang lalu alam semesta masih meluas. Banyak ahli fisika percaya bahwa alam semesta itu tak terbatas, yang lainnya percaya bahwa dunia terbatas dan dapat menjadi masalah besar. Jika alam semesta terbatas, artinya dalam beberapa kasus alam semesta akan mulai menarik kembali, seperti gelombang berombak kembali ke laut. Alam semesta akan ditarik kembali menjadi keganjilan dan pada dasarnya runtuh sendiri.

Untungnya hal ini takkan terjadi dalam milyaran tahun.



5.The Oscillating Universe Theory







Sementara Big Bang Theory sama-sama menuntun ke eksplanasi ilmiah untuk bagaimana alam semesta bermula begitu juga sitcom populer, sebenarnya tidak bekerja dengan aspek teori Einstein. Alasannya adalah karena hal ini tak menjelaskan apa yang terjadi sebelum Big Bang, atau apa yang menyebabkannya. Menurut teori sekarang, Big Bang muncul dari keganjilan, yang berarti berasal dari satu titik. Saat ahli fisika mengkalkulasi Big Bang, hal ini tak menjelaskannya keganjilan.

Hal ini menuntun kita ke teori alam semesta berosilasi, yang mana Big Bang tercipta saat alam semesta lain hancur. Teori ini artinya bahwa dunia kita dapat hancur lagi dalam cara seperti Big Crunch. Dari sana, alam semesta lain akan hidup.


4.Barrier Death


Ukuran alam semesta hanya ada 2 kemungkinan - terbatas atau tidak. Banyak ahli fisika percaya bahwa kita hidup di multiverse tak terbatas, tapi hal itu tak berlaku dalam hukum fisika. Jika hukum fisika benar, maka beberapa ahli fisika akan percaya bahwa alam semesta akan terus membesar sampai mencapai pembatas fisik. Hal ini akan seperti menuangkan banyak air ke lapangan hockey; akhirnya airnya akan mengenai papannya dan takkan meluas lagi.

Kabar baiknya jika memang ada pembatas, alam semesta takkan mengenainya untuk 3.7 milyar tahun. Kabar buruknya menurut ahli fisika di UC Berkeley, ada kemungkinan 50-50 bahwa ini akan terjadi.


3.The Big Slurp

  
Higgs boson pertama diteorikan di tahun 1960-an, tapi keberadaanya masih belum dikonfirmasikan sampai 4 Juli 2012 di CERN’s Large Hadron Collider. The Higgs field, yang mana boson dihasilkan, ada dimana saja di dunia. Beberapa partikel dasar, yang mana partikel yang tak tercipta dari partikel lain, berinteraksi dengan medannya dan memberi mereka energi. Yang menarik adalah medan Higgs dapat memiliki 2 tingkat berbeda, hal yang sama dengan materi bisa menjadi cair dan padat. Tingkat kedua, yang mana ahli fisika tidak yakin ada, akan jauh, jauh lebih padat dari medan Higgs yang kita tahu.

Jadi mengapa ini masalah? Menurut mekanik kuantum mekanik mungkin ada transisi antara 2 tingkat. Energi di medan mirip puncak dan lembah. Teoretisi percaya jika ia pergi ke lembah berbeda, maka dunia hancur. Kabar baiknya butuh momentum untuk ke puncak dan lembah selanjutnya, yang mana tak mungkin terjadi. Kabar buruknya sesuatu yang disebut kuantum fluktuasi, yang mana perubahan dalam energi. Hal ini dapat mengarah ke quantum tunneling, artinya tak ada momentum yang diperlukan. Ia bisa saja menembus ke lembah dengan tingkat energi rendah. Hal ini dapat menjadi bencana untuk alam semesta, karena medan ultra padat Higgs akan membuat gelembung yang akan meluas, berpotensi membuat semua materi atom hancur.

Yang lebih gila lagi peristiwa ini dapat datang kapan saja. Mungkin saja sekarang sudah bergelembung dan ini menurut Stephen Hawking. Tapi, menurut kalkulasi, takkan terjadi sampai 10100 tahun lainnya. Dan juga jika ini terjadi, hal ini akan berakhir sangat cepat bahkan kita takkan sadar.


2.The Big Freeze


Skenario ini, yang juga dapat disebut Heat Death, berdasarkan hukum thermodinamika newton kedua. Pada dasarnya, hukum dalam sistem tertutup, disorder dalam partikel selalu meningkat. Artinya semuanya di alam semesta dari teratur menjadi tak beraturan. Sekali hal ini tak teratur, akan sangat sulit untuk dihentikan atau dikembalikan. Contohnya: makanan busuk, besi karat, orang mati. Hal ini menuntun kita ke konsep penting dalam fisika yang disebut entropi, yaitu pengukuran disorder. 

Entropi selalu meningkat, dan Big Freeze akan terjadi saat disorder di alam semesta mencapai tingkat maksimum. Sekali entropi mencapai max, semua energi akan didistribusikan di seluruh alam semesta, takkan ada lagi ruang untuk energi yang dapat dipakai kembali atau panas untuk diciptakan. Artinya proses konsumsi energi takkan bekerja lagi. Dasarnya, semuanya di alam semesta akan berhenti bekerja, seperti orang kantoran yang akan berlibur untuk sebulan.


1.Big Rip

 
Salah satu wujud energi yang paling misterius dan berlimpah-limpah adalah dark energy (energi gelap). Mencukupi 68.3 % alam semesta, tapi ahli fisika sangat tak tahu apa itu. Sebelum ditemukan di tahun 1990-an, ahli fisika percaya bahwa expansi dunia dari Big Bang pernah melambat atau bahkan berhenti. Lalu saat 1990-an, menggunakan survey supernova, ahli astrofisika menyadari bahwa expansinya sebenarnya mempercepat. Dipercaya bahwa dark energy yang menyebabkan percepatannya. 

Dark energy dapat menjadi masalah, karena ia dapat menuntun ke Big Rip. Skenario akhir dunia ini berdasarkan gagasan bahwa dark energy lebih kuat dengan waktu. Ada juga area luas di alam semesta penuh dengan dark energy, dan area ini teris mendorong. Jika dark energy terus lebih kuat dan mendorong, maka mereka akan mendorong galaksi berjauhan satu sama lain, lalu planet dari bintang, dst. Dark energy akan sangat kuat sehingga dapat mendorong inti keluar dari atom, dan terus menarik semuanya, sampai alam semesta sobek seperti kertas.








Source: Top 10z

Tidak ada komentar:

Posting Komentar