Memiliki gatal dapat menjadi hal yang menjijikan, beberapa gatal-gatal dapat disebabkan oleh gigitan serangga dan sinar matahari. Jutaan orang di dunia menderita sebab kondisi kulit yaitu Dermatitis, dimana sebuah kulit individu menjadi sangat kering dan gatal, saat mereka terkena hal-hal seperti detergen dan perhiasan. Beberapa orang yang terjangkit atopik dematitis, tipe eksim, sebenarnya menggaruk-garuk saat sedang tidur.
Dalam beberapa kasus penderita gatal kronis akan secara tidak terkendali menggaruk mereka sampai berdarah. Menurut Martin Schmelz, neurofisiologi dari universitas di Jerman "Kualitas hidup akan berkurang oleh gatal derajat yang sama seperti sakit". Tapi orang-orang tidak punya cukup empati kepada penderita gatal kronis seperti yang kesakitan. Sekitar 9% orang masalah gatal kronis.
Jadi menemukan obat gatal akan menjadi revolusi pengobatan, sebenarnya ada konferensi yang didedikasikan untuk subyek yang dipanggil International Workshop for the Study of Itch,yang mana ratusan ilmuwan dan peneliti hadir. Karena meskipun ada banyak kemajuan kecil di dalam bidang, gatal masih menjadi misteri dan kita masih jauh dari obatnya.
Tetapi gatal bukan hanya sekedar sakit ringan, sakit membuat kita takut. Sedangkan gatal hanya memberi kita keinginan untuk menggaruk. Gatal-gatal mempunyai saraf matriks dan bahan kimia, sepenuhnya terpisah dari apa yang digunakan untuk menyampaikan sakit.
Tapi kenapa kita gatal? Untung bagi kita gatal hanya terjadi di 2 lapisan atas kulit kita, kita tak dapat terkena gatal dari dalam.
Hewan terkena gatal-gatal saat ada serangga dan parasit di kulitnya, gatal adalah pertahanan alami mekanis terhadap serangga, yang mana dapat memberi hewannya infeksi. Hewan menggaruk untuk mengeluarkan serangga karena tubuhnya mengsinyalkan mereka, melalui gatal, yang artinya sesuatu yang sangat kecil sedang menyerang mereka. Salah satu teori pungutan adalah kita gatal karena kita masih punya insting primata untuk melakukannya. Pertahanan mekanis seperti ini merupakan keuntungan evolusioner, jadi masuk untuk tubuh kita untuk menyimpannya. Lagipula kita tak aman dari parasit juga. Jadi kita gatal untuk membela diri kita dari serangga dan parasit atau apa saja yang mengiritasi kulit kita, seperti jelatang yang menyengat.
Saat kita gatal, sel yang didedikasi di sekitar area yang terpengaruh melepaskan senyawa nitrogen organik yang disebut histamin. Histamin ini mengirim sinyal ke otak kita, lebih spesifiknya korteks selebral yang mana mengontrol kesadaran pikiran kita, korteks serebral kita lalu memberitahu kita bahwa kita memiliki gatal. Antihistamin bekerja dengan cara menghentikan histamin dari mencapai reseptornya.
Tapi kenapa menggaruk menghilangkan gatal?
Menggaruk aktivitas blok kulit sel di traktus spinotalamikus, sensor jalan yang berasal dari saraf tulang belakang.Aktivitas ini mencegah saraf tulang belakang untuk mengirim sinyal ke otak kita bahwa kita memiliki gatal. Dari sana gatal kita berhenti.
Orang-orang yang anggota badannya teramputasi memiliki sindroma yang dipanggil "tungkai hantu", dimana mereka merasakan gatal di anggota badannya dulu. Phenomen ini terjadi dari lebih dari 90% Orang-orang yang teramputasi.
Gatal itu menular, saat kita melihat orang menggaruk kita tiba-tiba ikut gatal. Di studi belakangan ini, oleh peneliti dari universitas Hull dan Sussex, Inggris, peserta menunjukkan video orang menggaruk tubuhnya. 64% subyek test menggaruk mereka sementara menonton video. Kau bahkan dapat membuat gatal hanya dengan memikirkannya saja, faktanya kau mungkin merasa gatal saat membaca ini. Tapi kenapa?
Di penelitian MRI peneliti menemukan bahwa saat orang melihat orang lain menggaruk-garuk, bagian otak mereka yang terkait oleh gatal teraktifkan. Ini bukan empati yang menyebabkan ini, kita tak merasa kasian pada orang yang gatal. Penyebabnya neuroticism; neuroticism adalah kecenderungan merasakan emosi negatif. Dalam studi orang-orang yang banyak sakit saraf menderita lebih banyak dari tularan gatal.
Source:Thoughty2









Tidak ada komentar:
Posting Komentar