Label

Astro (7) Fakta (7) Bio (4)

Apa itu Api?

Api dapat menghancurkan seluruh bangunan dalam hitungan jam dan menghancurkan seluruh hutan yang berdiri selama ribuan tahun. Api adalah salah satu kekuatan alam yang sangat kuat. Tapi apa itu api? Saat kita melihat kearah api apa yang kita lihat sebenarnya?



Teori Yunani kuno mengenai api


Para Yunani kuno percaya bahwa alam semesta diciptakan oleh 4 elemen dasar, yaitu api, air, tanah, udara. Keyakinan mereka dibangun oleh alasan mengapa kita dapat menyentuh dan merasakan elemen itu, mereka percaya bahwa 4 elemen itu adalah blok bangunan semua materi. Tetapi mereka sama sekali salah mengklasifikasikan api, karena, api bukan sama sekali elemen. 
Dan juga bukan materi, tidak sepenuhnya sebenarnya. Api adalah campuran dari gas seperti oksigen, karbon dioksida, karbon monoksida, dan uap air. Campurkan gas-gas itu dengan cahaya photon dan energi panas dan kau akan menciptakan api. Api sebenarnya adalah efek samping dari apa yang terjadi saat materi mengalami perubahan yang dinamakan reaksi kimia. 

 Jadi apa itu api?
Api bukan hanya api. Tak ada elemen atau zat kimia yang berupa api. Api adalah nama yang kita beri pada fenomen visual yang terjadi saat materi terbakar. Untuk menjelaskannya secara tepat, kita perlu memecahkannya dari komponen intinya dahulu.

Bahan Bakar
 Komponen pertama dan terpenting api ialah bahan bakar. Inilah yang sebenarnya terbakar. Lilin misalnya, bahan bakarnya adalah wax-nya/Paraffin. Saat kita menyalakan sumbu, panasnya menyebabkan molekul di paraffin, yang kebanyakan karbon dan hidrogen, bergerak tak bertentu. Hal ini menyebabkan ikatan kimia kovalen yang menahan molekul untuk bersama, pecah. Dan melepas hidrogen dan carbon secara individu, demikian juga molekul hidrogen-karbon. Atom individu dan molekul ini membentuk gas bergerak ke atas lilin. Hal ini disebut Pyrolysis.

Gas
 Gas bergerak ke atas karena gravitasi. Udara yang secepatnya mengelilingi lilin memanas.Udara dingin yang mengitari panas memberikan tekanan pada udara panas, karena udara dingin lebih padat daripada udara panas. Tekanan yang diberikan udara dingin mendorong udara panas keatas dan panasnya meningkat, karena hal ini terjadi udara dingin mengganti udara panas dan memanas sendiri. Proses ini mengulang-ulang sendiri selama api masih menyala. Proses ini dinamai Konveksi.
Tapi panas meningkat karena faktor gaya gravitasi. Di luar angkasa api tidak bergerak keatas, malah mereka memancar dalam bentuk bulat yang sempurna dari sumbernya.
Elemen yang melengkapi gas di api tergantung oleh bahan bakarnya. Jika kau mengganti bahan bakarnya, kau juga mengganti sifat api.

Cahaya
Inilah dimana oksigen berasal. Kita semua tahu bahwa oksigen, atau beberapa zat yang beroksigen tinggi dibutuhkan untuk membuat api dan menjaganya tetap hidup. Jadi kembali ke lilin, saat gas naik dari lilin 
atom-atom di dalam gas masih bergerak dengan dahsyat karena panasnya. Ini sungguh menyenangkan, tapi kikuk, atom-atom bertabrakan dengan atom oxygen di udara. Saat dua atom bertemu mereka berinteraksi satu sama lain untuk menyebabkan reaksi kimia. Beberapa energi dari reaksi ini terlepas menjadi cahaya dan sebagainya kita dapat melihat kilapan biru terang, oranye, merah dan putih. Proses ini dinamai
Chemiluminescence. Atom lainnya yang tak bertabrakan dibawa naik api dan akhirnya menaikkan level panas, yang dapat dinamakan Incandescence(Pijaran). Sekarang bayangkan Chemiluminescence dan Incandescence reaksi kimia ini berjumlah milyaran, memproduksi milyaran kilapan cahaya, tiap detik - itulah yang membuat api terbakar sangat terang sekali.
Warna apinya tergantuk oleh molekul yang melengkapi bahan bakar dan kemudian gas yang mana dilepaskan saat kebakar. Suhu yang membakar juga ber-efek kepada warna. Kau bisa oleh karena itu memperkirakan suhu panas berdasarkan warnanya. Api merah berkisar antara 525 - 1000 derajat celsius. Oranye di antara 1000 dan 1200 dan api putih berada di sekitar 1500. Tetapi api biru secara signifikan lebih panas pada suhu sekitar 3000 derajat celsius.

Panas
 Kenapa api sangat panas? Panas yang kau rasakan dari api hanyalah energi yang dilepaskan oleh reaksi kimia antara atom di dalam api dan oksigen di udara. Semua reaksi kimia salah satu mengeluarkan energi sebagai byproduct atau penyerap energi. Reaksi kimia yang terjadi pada api adalah eksotermis yang berarti
 mereka mengeluarkan energi.

Kesimpulan
 Jadi kesimpulannya, apa yang sebenarnya kau lihat saat melihat api? Kau melihat gas yang mengalami milyaran reaksi kimia kecil sekali yang mana mengeluarkan cahaya dan energi panas. Dan juga kau melihat jutaan permata yang sedang dibuat dan menghilang di depan mata. Ya permata, di dalam api, atom karbon dari bahan bakar datang bersama untuk menciptakan permata nanopartikel, jutaan kali tiap detik.




Source:Thoughty2
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar