Orang tertua yang pernah hidup adalah wanita Perancis, Jeanne Calment, yang hidup selama 122 tahun 164 hari. Sebagaimana pengobatan modern dan standar hidup meningkat begitu juga jangka hidup kita, tapi apakah hari itu akan datang dimana saat-saat tak ada kapasitas hidup? Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini bukan hanya sekedar fiksi ilmiah.
Untuk mengerti bagaimana manusia dapat hidup selamanya, pertama kita harus tahu apa itu penuaan sebenarnya. Banyak orang berfikir bahwa penuaan adalah proses yang rumit, tapi sebenarnya cukup simpel. Penuaan adalah pada dasarnya efek samping dari hidup, tubuh kita hari demi hari berproses seperti bernafas, bergerak dan mencerna makanan, sedikit demi sedikit menyebabkan keausan pada sel kita. Dan setelah banyak keausan, sel kita mati, yang menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh kita. Tubuh kita hanya dapat menerima kerusakan sel sebanyak ini, pada akhirnya kita mati.
Pikirkan tubuhmu seperti mobil, menyetirnya kemana-mana menyebabkan keausan yang tak dapat di hindari ke semua komponennya, sampai suatu hari berhenti dan menolak untuk bekerja. Kecuali kau melakukan pemeliharaan teratur seperti mengganti olinya atau mengganti semua bagiannya. Beberapa ilmiawan revolusioner memercayai pandangan mekanis di tubuh manusia dan percaya bahwa dengan pemeliharaan teratur dan bahkan mengganti organ yang rusak, kita dapat membuat tubuh kita berjalan lancar tanpa batas.
Di tahun 2011 ahli bedah di swedia melakukan transplantasi organ pertama di dunia yang menggunakan organ buatan dari lab. Organnya ditumbuhkan oleh ilmiawan London hanya dalam beberapa hari. Tapi yang paling penting adalah batang tenggorokan buatan harus di tumbuhkan menggunakan DNA pasien itu sendiri, yang berarti tak ada kesempatan bagi tubuh menolak organ baru. Pasien kanker berumur 36 tahun sekarang baik-baik saja setelah melakukan transplantasi. Ilmuwan sekarang melakukan hal yang sama dengan organ yang rumit seperti hati dan paru-paru dan mereka memprediksi bahwa kurang dari 10 tahun organ apa saja akan bisa dibuat di lab dalam jumlah tak terbatas tanpa perlu donor.
Tapi keabadian dapat berpotensi nyata dalam banyak cara. Seorang ahli biogerontologi Mario Kyriazis percaya bahwa keabadian bukanlah sebuah jika tetapi sebuah ketika, dia berteori bahwa keabadian adalah konsekuen yang tak dapat dihindari dalam evolusi. Teorinya menyatakan bahwa lewat evolusi otak manusia suatu hari akan menjadi rumit yang akan dapat mempertahankan tubuh kita dalam waktu yang tidak terbatas. Dengan cara memperlambat proses penuaan dan menghentikannya saat tubuhnya sepenuhnya dewasa.
Tapi evolusi adalah proses yang sangat lambat, jika kau mencari solusi awet muda segera ada banyak penelitian di lapangan lebih dari apa yang kau bayangkan.
Di tahun 2005 ilmiawan Inggris bernama Aubrey de Grey merencanakan pondasi riset yang bernama SENS, yang mana kepanjangannya, "Strategies for Engineered Negligible Senescence". Tujuan SENS adalah meneliti dan mengembangkan jarak berbeda yang membarui terapi pengobatan, untuk tidak hanya menghentikan proses penuaan manusia tapi juga membalikkannya.
Aubrey percaya bahwa kematian dapat dihindari karena itu hanya sebuah penyakit, yang mana dapat disembuhkan dengan perawatan medis yang benar. Untuk memanjangkan umur kita, kita hanya perlu memanjangkan telomer kita, yang mana adalah kapasitas pada akhir DNA kita yang memendek sebagaimana kita menua menuntun ke kerusakan pada sel. Jawabannya mudah, jika kita dapat mengembangkan pill untuk memanjangkan telomer kita, kita dapat memberhentikan dan bahkan membalikkan proses penuaan.
Aubrey percaya bahwa kita akan mempunyai obat pencegah-tua yang tersedia untuk kita dalam umur sedikit 25 tahun dan saat itu orang pertama yang hidup selama 1000 tahun telah lahir.
Tapi Aubrey bukanlah satu-satunya ilmuwan yang tertarik dalam hidup selamanya. Ilmuwan dan direktur teknik di Google, Ray Kurzweil adalah futuris terkemuka dan telah memprediksi secara akurat banyak teknologi masa sekarang di tahun sebelumnya.
Karena pengetahuan kita tentang gen dan teknologi komputer telah meningkat dengan laju tinggi, Ray telah membuat prediksi jelas. Bahwa dalam waktu 20 tahun manusia akan mengembangkan nano bot mikroskopis yang dapat masuk ke tubuh kita dalam jumlah jutaan dan melakukan pekerjaan sama seperti sel darah kita tetapi ribuan kali lebih efektif, membuat tubuh kita tetap 100% bebas infeksi dan mengganti sel yang rusak secara instan. Membuat kita untuk hidup secara tanpa batas.
Tapi prediksi Ray bukan hanya nanoteknologi yang dicapai di masa depan yang akan datang, dia memprediksi dalam 25 tahun kita akan dapat memakai nanoteknologi untuk mengubah tubuh kita dan mendapatkan kemampuan super. Seperti contoh kita dapat menyelam dalam beberapa jam tanpa bantuan oxygen. Kita akan dapat memperpanjang kapasitas mental kita dengan luas kita dapat menulis beberapa buku dalam beberapa menit. Dan di kehidupan harian kita, Angka-angka yang terlihat seperti hologram akan muncul di otak kita yang akan menjelaskan apa yang terjadi.
Potensial untuk nanoteknologi terbatas dan banyak ilmuwan setuju bahwa laju dalam teknologi kita saat ini takkan lama sebelum nanoteknologi dan nano bot menjadi bagian kehidupan sehari-hari kita. Mengubah cara dan untuk berapa lama kita akan hidup.
Tapi jika semua itu gagal kau dapat selalu membekukan tubuhmu setelah mati dan berharap bahwa suatu saat ilmiawan di masa depan akan dapat menghidupkan kembali mayat bekumu dan membawamu kembali ke kehidupan. Hal ini disebut cryonics, kau mungkin hanya melihatnya di film tetapi sebenarnya ini adalah sains yang nyata. Prosesnya melibatkan untuk membekukan tubuhmu dalam nitrogen cair dan mengganti darahmu dengan cairan cryo-protectant untuk mencegah kristal es terbuat di dalam tubuh dan merusak sel. Tubuhnya kemudian disimpan di wadah besi raksasa dengan tubuh dibalik agar kepalanya tetap menjadi yang terdingin, dan suhunya akan diturunkan menjadi -196 skala celsius.
Ada 250 tubuh saat ini yang dibuat seperti ini, menunggu sains untuk menghidupkan mereka dan lebih dari 1000 orang yang hidup mendaftar untuk prosedurnya. Tapi tidak murah, butuh $200.000 untuk preservasi seluruh tubuh. Meskipun kau juga bisa preservasi hanya kepalamu saja untuk harga yang lebih murah, dalam harapan jika suatu ketika sains akan cukup maju untuk menghubungkan kepalamu ke tubuh lain dan menghidupkannya kembali dengan semua memorimu kembali.
Semua pembicaraan keabadian ini kedengarannya sangat menarik, dan mungkin lebih dekat dari yang kau pikirkan. Tapi apa yang terjadi jika bagian dari kemanusiaan menolak untuk meninggal? Hal ini selalu biasa menjadi topik hangat. Overpopulasi telah menjadi masalah global, sampai kita menemukan planet lain yang dapat dihuni, kebenaran yang disayangkan tetap tinggal merupakan fakta bahwa kita butuh orang untuk meninggal. Bumi hanya dapat mendukung beberapa banyak orang. Tapi itu bukanlah satu-satunya masalah. 1% Populasi dunia memiliki 50% kekayaan dunia, dan jika semua orang itu menolak untuk mati tidak akan ada lagi distribusi kekayaan, mereka akan hanya melanjutkan untuk lebih jauh memonopoli perdagangan dunia dan yang kaya akan lebih kaya sementara yang miskin akan lebih miskin.
Kekurangan lainnya adalah umur pensiunan akan melonjak sampai ratusan tahun. Ini tak apa untuk beberapa ambisius yang menginginkan pekerjaan premium dan gaya hidup mewah, tapi bayangkan dipaksa kerja selama lebih dari 1.000 tahun membalikkan burger di McDonalds.
Di dalam masyarakat abadi hukuman kriminal akan sangat mendevaluasi. 30 tahun di penjara tak ada apa-apanya bagi orang yang hidup selama ribuan tahun, dan pencegahan kejahatan yang buruk akan meningkat secara dramatis. Dan dengan harga satu nyawa menjadi lebih besar, hukuman mati takkan berlaku secara sering dan mungkin kita perlu menginvestasikan teknik rehabilitasi atau bahkan tehnik cuci otak untuk menjaga masyarakat yang tak patuh terkendali.
Tapi ada manfaat untuk populasi abadi. Kita akhirnya akan dapat mengirim orang untuk menjelajah planet lain, yang mana sebaliknya akan memakan waktu lebih dari seumur hidup untuk mencapainya.
Semua orang yang seperti Einstein yang mempunyai otak yang sangat cerdas akan hidup selamanya dan pengetahuan mereka akan tetap tumbuh dan mengkontribusi ke bank pengetahuan dunia. Sebagai hasil, Pengetahuan manusia akan meningkat dalam laju yang tak dapat diperkirakan lagi. Masyarakat akan maju dan mengembangkan teknologi baru yang mencengangkan, bahkan dalam laju yang sangat sangat cepat.
Source:Thoughty2
Wow 🌞
BalasHapus