Seberapa banyak sakit di tubuh kita dapat tangani? Dan bisakah sakit menjadi intens sehingga dapat membunuhmu?
Pertama kita harus mengetahui bagaimana cara kerja rasa sakit. Ada 4 langkah dasar untuk merasakan sakit
Yang pertama adalah kontak dengan rangsangan. Inilah hal yang sebenarnya menyebabkan rasa sakit. Contohnya, saat kau terkena silet atau api membakar kulitmu.
Yang kedua adalah penerimaan rasa sakit pada ujung saraf. Saraf menutupi setiap inci di tubuhmu. Segera setelah ujung saraf mendeteksi kerusakan jaringan atau kemungkinan kerusakan jaringan, ia akan memperingatkan otakmu dengan cara mengirim sinyal nyeri, jadi kau dapat menghentikan apa yang menyebabkan kerusakan jaringan itu.
Hal ini membawa kita ke langkah ketiga, penyebaran/transmisi. Saraf mengirim sinyal ke sistem pusat saraf pada otak. Yang mana terbuat dari neuron
Yang ke-empat dan yang terakhir adalah pemrosesan. Sistem pusat saraf mu telah diinformasikan sinyal nyeri. Neuron di otakmu sekarang berkomunikasi satu sama lain untuk menentukan apakah ancamannya cukup besar untuk mengirim respon sakit, dan jika iya, otakmu akan mengkalkulasi berapa banyak rasa sakit yang diperlukan. Otakmu kemudian bertindak dan kau akan merasakan rasa sakit.
Tapi apakah ada batas untuk sakit yang kita rasakan? Ya, sejak otak kita memutuskan kapan dan seberapa banyak rasa sakit yang kita dapat rasakan, hal ini juga dapat dimatikan. Biasanya ia mematikannya ketika sistem saraf pusat menjadi kelebihan/overload. Subyek siksaan sering terlapor pingsan saat tingkat rasa sakit menjadi terlalu besar untuk ditangani. Sebelum pengobatan modern dan obat bius, sangat biasa dan dianggap normal bagi pasien untuk pingsan sementara menjalani amputasi.
Tetapi tingkat rasa sakit yang diperlukan untuk pingsan tak dapat diukur dengan pasti, karena sakit adalah subjektif, dan setiap orang merasakan sakit berbeda. Di tahun 1940-an James D. Hardy mencoba memperkenalkan pengukur standar tingkat kesakitan, yang dipanggil Dolorimeter. Tetapi idenya tak pernah terbukti karena setiap orang mengalami rasa sakit dengan cara unik, jadi pengukurannya sangat tak konsisten.
Tapi dapatkah sakit membunuhmu? Ternyata bisa, meskipun agak tidak langsung. Kau tak bisa mati karena menerima banyak sinyal nyeri, karena otakmu akan menutup dan kau akan pingsan sebelum menerima kerusakan serius pada sel otakmu. Kau bisa meskipun demikian mati karena syok. Bukan syok emosi. Ada pengobatan kondisi yang terpisah yang menyebabkan syok peredaran darah. Saat tubuhmu syok darah yang tidak cukup dan oksigen sampai ke selmu, menghasilkan kerusakan jaringan secara cepat dan permanen.
Jika syok tidak di obati secepatnya akan mengakibatkan kerusakan fatal pada otak dan organmu. Dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kematian cepat. Faktanya saat perang, perawat menemukan bahwa memberi penawar rasa sakit kepada prajurit yang terlaku dapat sering menyelamatkan nyawanya. Mereka menyatakan bahwa lebih cepat morfin diberikan, lebih tinggi kelangsungan hidup prajurit yang terluka itu.
Syok dan sakit sungguh mematikan, sehingga saat perang dunia 2, para prajurit membawa morfin di medan perang. Karena dapat sering menyelamatkan nyawanya setelah terkena luka serius. Jadi ya, sakit dapat membunuhmu
Source:Thoughty2










Tidak ada komentar:
Posting Komentar